Selasa, 11 Agustus 2015

Hino Mencoba Bertahan Separuh Tahun

Jakarta, Otomania - Menjelang separuh tahun berlalu, PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) mengaku masih berusaha bertahan. Pasalnya, pasar kendaraan niaga yang anjlok cukup dalam, seiring terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional pada semester pertama 2015.

Truk yang identik dengan kelir hijau ini mengaku masih berhasil menjual 9.159 unit periode lima bulan pertama tahun ini. Hasil ini diperoleh dari penjualan Hino Dutro di segmen truk ringan (Kategori II) 4.883 unit dan truk menengah Ranger (Kategori III) 4.276 unit.

Meski demikian, Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI mengatakan, penjualan Hino turun sampai 33 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Hal ini pun diakui sebagai imbas dari beragam aspek terutama lemahnya rupiah. 

"Semua sektor turun, jagankan tambang dan perkebunan, bisnis yang berbasis cunsumer good juga ikutan turun dan stuck," ujar Santiko disela-sela acara buka puasa bersama di kantor pusat HMSI, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Stanly/OtomaniaPenjualan Hino semester awal 2015
Penurunan penjualan, diprediksi masih akan berlanjut sepanjang Ramadhan tahun ini, sesuai dengan rutinitas tahunan di Indonesia. "Kalau bulan puasa, karoseri pasti sudah ambil ancang-ancang untuk libur, pebisnis atau orang juga tahan untuk beli truk karena karoserinya libur," ucap Santiko, menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, meski mengalami penurunan namun Hiroo Kayanoki, Presiden Direktur HMSI mengaku, tetap berhasil memperbesar cakupan pasar di Indonesia. 

"Kondisi memang belum stabil karena pertumbuhan ekonomi yang melambat, tapi Januari-Mei 2015, market share Hino meraih rekor tertinggi khsusunya untuk Dutro yang naik menjadi sebesar 18 persen," ucap Kayanoki.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total pasar truk ringan (kategori II) dalam lima bulan pertama tahun ini anjlok 36,7 persen menjadi tinggal 29.577 unit dari periode sama tahun sebelumnya mencapai 46.721 unit. 

Pada kategori truk menengah (kategori III), total pasar Januari-Mei 2015 juga ambles 34,7 persen tinggal 3.974 unit dari periode sama tahun sebelumnya, 6.088 unit.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/06/25/070300915/Hino.Mencoba.Bertahan.Separuh.Tahun

Memahami Transmisi Unik Honda NM4 Vultus

Nusa Dua, KompasOtomotif – Honda NM4 Vultus serasa dilahirkan dalam dimensi dan ruang yang berbeda. Banyak keunikan, mulai dari model hingga fitur. Salah satu yang butuh penyesuaian adalah mengoperasikan sistem perpindahan gigi yang disebut Dual Clutch Transmission (DCT).

DCT merupakan transimisi cerdas yang memadukan perpindahan gigi otomatis dengan dua mode, yakni mode D (Drive) dan mode S (Sport). Tapi kalau ingin lebih terasa sporty, bisa dioperasikan juga secara manual 6-percepatan.

Pertama kali menjalankannya, tombol di setang kanan digeser dari posisi N ke D untuk mode jalan. Di mode ini, kita hanya pasrah dengan kemampuan komputer mendeteksi rpm untuk memindahkan gigi. Ingin lebih galak dengan nafas pendek-pendek, geser tombol ke kiri di posisi S.

Mencoba cara manual, ada tombol lagi, masih di setang kanan, namun posisinya di depan (bagian luar setang). Tekan tombol tersebut, sehingga mode otomatik berpindah ke manual. Apa pun mode yang kita pilih, berikut posisi gigi, ditampilkan pada panel meter layaknya mobil.
AHMKompasOtomotif tidak kesulitan mengendarai NM4 Vultus karena mempunyai posisi berkendara yang nyaman dan membuat pengendara percaya diri.

Untuk memindah gigi, tombol (+) dan (-) ada di setang kiri. Menaikkan gigi ada di setang bagian dalam, sementara menurunkan gigi ada di bagian luar. Meski manual, perpindahan gigi tetap terasa halus dan responsif.

Tenaga
Saat digeber, mesin mesin SOHC 750 cc parallel-twin berpendingin cairan itu menyalak. Tenaga 54 tk @6.250 rpm dan torsi 68 Nm @4.750 rpm didukung oleh desain compact dan bobot yang ringan. Transmisi otomatisnya akan menyesuaikan jika kita butuh tenaga di putaran bawah.

Sensasi kenyamanan didapat dari suspensi belakang Pro-Link yang menyatu dengan Honda Multi Action System (HMAS) dan sistem pengereman 2 channel ABS yang dilengkapi dengan ban tubeless. Ban besar, bodi ringan, handling menawan, tenaga dahsyat, cukup melesatkan NM4 Vultus di berbagai kondisi jalan.

Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2015/06/25/1401001/Memahami.Transmisi.Unik.Honda.NM4.Vultus